Senin, 21 November 2016

Cerita Sex Ratna Tumbal Suaminya



Cerita Sex Ratna Tumbal Suaminya, Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru – Setelah sebelumnya ada cerita sex terbaru Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda, kini ada cerita dewasa bergambar Ratna Sebagai Tumbal Hutang Akibat Ulah Suaminya, selamat membaca.

Cerita Sex Ratna Tumbal Suaminya, Ratna adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 25 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.



Ratna bekerja pada satu instansi pemerintah didaerah Sudirman, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya. Sehari hari Ratna berangkat bekerja dari rumahnya didaerah Ciledug menggunakan angkutan umum, dengan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian ketat semakin membuat lekukkan tubuh seksinya tampak begitu jelas, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.

Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Ratna berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Ratna yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Ratna yang sangat seksi dan montok itu.

Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Ratna, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Ratna, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Ratna. Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Ratna yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.

Ratna yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Ratna, ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.

Tidak seperti biasanya hari itu Ratna begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. 

Sementara tabungan Ratna sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Ratna menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.

Ratna mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Broto adalah pimpinan dimana Ratna adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Ratna datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.

Dengan mata nakalnya Pak Broto menyisir tubuh Ratna dari atas sampai kebawah, ratna menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.

“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Ratna dengan nada berat.
“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Broto mulai dengan akal bulusnya.
“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Ratna.
“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Broto dengan berbisik didepan wajah Ratna.

Ratna begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.




“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Ratna menyetujui keinginan atasannya itu.

Pak Broto begitu girang dan tidak menyangka Ratna akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Ratna.

“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Ratna.

Ratna segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Broto pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Ratna. Ratna tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Broto memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Broto yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Ratna kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Ratna yang terbalut rok ketatnya.

“…oohh Ratna kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Broto ditelinga Ratna.

Lalu mulai tangan Pak Broto meremas remas buah dada montok Ratna, dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Ratna sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Broto dipantatnya, kini Pak broto membalikkan tubuh Ratna kehadapannya.
Dengan memegang kepala Ratna Pak Broto kemudian melumat bibir tipis Ratna, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Ratna. Ratna sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Broto yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.

“…ssshhh…” Ratna mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Broto.
Pak Broto kemudian menarik Ratna dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Ratna, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Ratna hanya pasrah ketika Pak Broto mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya.


Vagina Ratna yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Broto, dan dengan tergesa kemudian Pak Broto mulai menggenjot vagina Ratna. “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.

Ratna hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Broto menyemburkan spermanya didalam rahim Ratna, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Broto sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Ratna, yang sudah sekian lama diidamkannya itu.

Ratna kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Ratna harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.

Hingga sekitar jam delapan malam Ratna baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Ratna harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Ratna dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.

Ratna tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Ratna terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Ratna yang mulai panik. Dan Ratna tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.

Malam itu Ratna semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Ratna, dan diperkosa hingga Ratna jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Ratna, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Ratna.

Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Ratna akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.

Hari itu Ratna tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Ratna, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Ratna telah raib dirampas para pemerkosanya.

Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Ratna dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Ratna. Taryo suami Ratna tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Ratna, lalu dengan menintikkan air matanya Ratna pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.

Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Ratna istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Ratna itu, kemudian membawa Ratna kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.

Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Ratna dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Ratna Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Ratna dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Ratna, dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.

“…kamu memang cantik mba Ratna, tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Ratna.

Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Ratna hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Ratna. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Ratna, dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.

Dengan membuka kaki Ratna dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Ratna yang imut dan sempit itu. Ratna meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.


“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Ratna.

Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Ratna, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Ratna.

“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.

Ratna hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.

Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Ratnapun berucap sekenanya.

“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.


Ratna semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya. END


Suami Yang Di Penjara Dan Istri Di Tiduri Puluhan Lelaki

Sekitar 20 tahun yang lalu, suamiku, sebut saja namanya Jamal, masuk penjara karena ia terlibat dalam kasus pencurian ternak yang dilakukannya bersama 5 orang temannya. Kejadian itu berakibat suamiku dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. 

Dari pengakuan mas Jamal saat diprosespengadilan, ia terpaksa ikut dalam aksi pencurian itu karena diancam oleh teman-temannya. Ternyata ia berselingkuh dengan ipar salah seorang temannya, sehingga hal itu dimanfaatkan untuk memaksanya. Mas Jamal yang berprofesi sebagai sopir truk pasir ditugasi untuk membawa truk itu sebagai alat pengangkut ternak curian.

Aku sangat terpukul atas kejadian itu. Aku berniat untuk minta cerai, tapi mas Jamal menolak. Ia bahkan sampai menangis dan bersujud di hadapanku, memohon agar bercerai. Ia minta agar diberi kesempatan untuk bertobat. Aku benar-benar bingung. Tapi aku bersyukur belum punya anak. Andai punya anak, entah bagaimana nasibnya, sementara aku kesulitan menghidupi diriku sendiri, karena tak punya keahlian apa-apa.




Satu bulan sejak suamiku di penjara, aku memutuskan untuk kembali ke kampung, ke rumah orang tuaku. Di sana aku punya kesibukan membantu bapak berjualan di pasar.

Seringkali, ketika malam tiba, aku merindukan sosok suamiku. Ya, aku rindu belaian dan cumbuannya. Sebagai perempuan yang pernah merasakan nikmatnya hubungan suami istri, aku kerap didera hasrat yang menggebu. Kadang, jika tak tahan, aku melakukan masturbasi dengan jari-jariku sampai puas, entah itu di kamar atau di kamar mandi.

Suatu ketika, tetangga sebelah rumah orang tuaku merenovasi rumahnya. Ia mempekerjakan beberapa orang tukang. Karena bersebelahan, aku jadi terganggu akibat kegiatan renovasi itu. Tapi bagaimana lagi?

Kira-kira 2 minggu kemudian, saat aku sedang mandi, salah seorang tukang memanjat atap rumah sebelah. Karena kamar mandi di rumah orang tuaku terbuka sedikit bagian atasnya agar cahaya matahari masuk, otomatis tukang itu (sebut saja namanya Sentot) bisa melihat ke dalam kamar mandi. Mulanya aku tak menyadari hal itu. Aku bisa melihat Sentot sedang berada di atap melalui cermin yang ada di kamar mandi. Aku kaget dan langsung menggeser tubuhku ke dekat pintu agar tak terlihat. Namun entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang membuatku justru ingin dilihat oleh Sentot. Aku kembali mendekat bak mandi dan pura-pura tidak tahu. Kuteruskan mandiku, sementara dari sudut mataku aku bisa melihat kalau Sentot sedang mengintipku. Saat itu aku merasakan nikmat yang aneh ketika tubuh telanjangku dipandangi orang.

Sejak awal renovasi Sentot memang sudah beberapa kali datang ke rumah untuk memeriksa apakah kegiatan renovasinya akan merusak dinding rumahku. Sentot tidak begitu ganteng, tapi tubuhnya tegap dengan kulit legam. Maklumlah tukang bangunan yang biasa bekerja di terik matahari.

Dari kejadian diintip itu, entah kenapa pula aku jadi suka berkhayal. Dalam khayalanku, Sentot menyusup ke celah kamar mandi dan menemaniku mandi. Setelah itu kami bercinta di situ. Gara-gara berkhayal itu, aku kemudian melakukan masturbasi hingga kelelahan dan langsung tertidur.

Hari-hari berikutnya, Sentot makin sering mengintipku. Aku pun tak segan lagi mempetontonkan bagian depan tubuhku saat mandi dengan membelakangi bak mandi saat membilaskan sabun. Aku berharap ia turun dan mencumbuiku. Tapi itu tidak terjadi hingga aku selesai mandi. Ia tetap di tempatnya saat aku mengeringkan tubuh dengan handuk. Ingin rasanya kutatap dia dan kuminta turun. Tapi aku gengsi melakukannya.



Lama-lama aku tak tahan juga. Beberapa hari kemudian, kejadian yang sama terulang lagi seperti yang kuharapkan. Sentotlagi-lagi mengintipku ketika aku mandi. Kesempatan itu tak kusia-siakan. Secara terang-terangan kutatap Sentot. Semula ia cepat-cepat bersembunyi di balik dinding lantai 2 rumah sebelah. Aku kembali meneruskan mandiku . Aku berharap ia paham maksudku dengan tidak marah, apalagi meneriakinya. Betul dugaanku. Ia kembali mengintipku. Sambil mengguyur air ke tubuhku, sudut mataku melirik ke celah dinding di mana Sentot berada. Sengaja kuhadapkan tubuhku ke arahnya agar ia bisa melihat dengan jelas. Usai mandi, sambil mengelapkan handuk, sekali lagi kutatap Sentot dengan senyum tersungging di bibirku. Kali ini ia tidak buru-buru sembunyi. Ia terus saja menatapku dan membalas tersenyum.

Malam harinya, ketika aku sedang berbaring di ranjang hendak tidur, tiba-tiba pintu kamarku berderit. Dalam keremangan cahaya, di depan pintu kamarku yang setengah terbuka kulihat Sentot berdiri menatapku. Ia tampak ragu, antara ingin masuk, atau bersiap kabur andai aku berteriak. Aku kaget, tapi juga senang. Jantungku berdegup kencang. Aku bangun dan duduk di ranjang, balik menatap Sentot. Keberanian Sentot tampaknya mulai timbul manakala menyadari aku hanya diam saja di tempatku. Pelan-pelan ia berjalan mendekatiku setelah menutup pintu. Debaran jantungku makin kencang. Apalagi ketika ia duduk di tepi ranjang sambil menatapku dalam-dalam. Aku hanya diam sambil membalas tatapannya. Tak lama kemudian ia memagut bibirku. Meskipun aku mengharap, tapi aku pura-pura gengsi. Aku tak membalas pagutannya. Aku diam saja, pura-pura takut padanya. Hal itu justru membuat Sentot makinbernafsu. Ia cumbui leher dan dadaku sambil tangannya menggerayangi pahaku.

Sesaat Sentot menghentikan cumbuannya. Ia melepas baju dan celananya, hingga tinggal celana dalam saja. Setelah itu ia kembali mencumbuiku. Aku tak mampu lagi berpura-pura takut ketika birahiku makin menguat. Kucengkeram tubuh Sentot yang tegap dan berotot, sementara ia pelan-pelan melucuti dasterku dari bawah dan mulai menjelajahi bagian sensitif tubuhku.

Malam itu aku dan Sentot bertarung dalam 2 ronde. Ia seperkasa tubuhnya. Berkali-kali aku orgasme dibuatnya, hingga tertidur pulas. Pagi hari aku terbangun dengan tubuh telanjang bulat, sementara Sentot sudah tak ada di sampingku. Usai ronde pertama, Sentot cerita kalau ia masuk rumahku melalui celah di kamar mandi. Akhirnya, dengan cara itulah kemudian ia datang padaku hampir setiap malam untuk mengumbar birahi.

Hubunganku dengan Sentot berlangsung sekitar 2 bulan. Begitu proyek renovasi rumah sebelah selesai, ia pun tak pernah datang lagi. Aku sangat kecewa. Aku berharap, meski renovasi selesai, ia datang mengunjungiku sesekali.

Beberapa minggu kemudian, aku didatangi Ronny (bukan nama sebenarnya). Ia adalah anak dari Ketua RT di kampungku. Menurut desas-desus di kampung, ia telah sukses membuka usaha di Jakarta. Ia datang padaku untuk menawariku pekerjaan di Jakarta, karena mendengar kabar dari orang-orang di pasar kalau aku butuh pekerjaan.

Setelah berkonsultasi dengan bapak dan ibuku, aku menemui mas Jamal di penjara untuk minta ijin. Mas Jamal tidak setuju aku pergi ke Jakarta. Ia memintaku tetap berjualan di pasar saja, sambil menunggu ia keluar penjara. Tapi sakit hatiku padanya masih dalam membekas. Aku pun nekad pergi ke Jakarta bersama Ronny.

Sesampainya di Jakarta, Ronny membawaku ke sebuah rumah yang lumayan bagus, meski tidak begitu besar, di daerah Tanjung Priok. Katanya, rumah itu adalah rumahnya yang baru dibelinya dan belum ditempati. Ia menyuruhku untuk tinggal di situ sementara sampai aku dapat pekerjaan dan bisa menyewa kamar sendiri. Setelah itu, ia pergi meninggalkanku sendiri, sedangkan ia akan kembali bekerja. Ia berikan padaku beberapa lembar uang 10 ribuan untuk peganganku.

Malam harinya, Ronny datang dengan membawa makanan. Katanya, bagian Personalia di kantor sedang keluar kota beberapa hari, sehingga aku belum bisa mulai bekerja. Selesai makan, kami nonton TV berdua di dalam kamar. Saat itulah Ronny mulai merayuku. Akuhanya pasrah saja ketika ia mencumbuiku. Aku yang memang sedang ingin, tak menolak ketika ia melucuti baju dan celanaku, hingga akhirnya kami tenggelam dalam buaian api birahi. Sayangnya, Ronny tidak seperkasa Sentot. Ia sudah selesai sebelum aku mencapai puncak. Tak apalah, itung-itung sebagai ucapan terima kasih padanya yang telah membantuku mencarikan pekerjaan, begitu pikirku waktu itu.





Hari berganti hari, pekerjaan yang dijanjikan Ronny tak kunjung kudapat. Ia selalu beralasan macam-macam dan memintaku untuk bersabar menunggu. Tapi soal jatah di ranjang, ia tak pernah absen meminta.

Akhirnya aku tak tahan lagi. Ketika ia pergi, diam-diam kuikuti. Dari situ aku baru tahu kalau ternyata ia seorang tukang parkir di sebuah mall. Aku berusaha memendam amarahku. Aku baru sadar kalau ternyata selama ini ia memanfaatkan tubuhku. Dengan perasaan marah aku kembali ke rumah. Kuberesi barang-barangku dan kutinggalkan rumah itu. Di pos satpam, kutanyakan siapa sebenarnya pemilik rumah itu. Ternyata rumah itu milik orang yang akan dikontrakkan. Ronny hanya ditugasi untuk sesekali memeriksanya, karena kebetulan Ronny pernah bekerja sebagai tukang kebun pada pemilik rumah itu. 

Aku yang baru sekali itu ke Jakarta sempat kebingungan mencari terminal bus. Ya, aku bertekad untuk kembali ke kampung halaman saja daripada luntang-lantung di ibukota tanpa tujuan yang jelas. Setelah bertanya sana-sini, aku sampai juga di terminal bus. Tapi uang sakuku sudah menipis. Untuk ada sopir Hampir tengah malam aku sampai di kotaku. Pak Handoko menawariku untuk mengantar sampai rumahku. Tapi ia harus membawa dulu busnya ke garasi. Dari garasi, pak Handoko memboncengku dengan motornya. Dengan alasan sudah larut malam, sementara jarak ke kampungku cukup jauh, pak Handoko mengajakku menginap di sebuah hotel. Aku hanya menurut saja. Di hotel itu, pakHandoko sempat meyetubuhi hingga 2 kali. Paginya baru ia mengantarku sampai ke rumah.

Bapak dan ibuku sangat geram mendengar ceritaku yang ditipu mentah-mentah oleh Ronny. Bapak bahkan sempat emosi dan hendak mendatangi orang tua Ronny. Untung amarahnya reda setelah ditenangkan oleh ibuku.

Aku kembali menjalani hari-hariku sebagai pedagang di pasar. Sesekali aku ikut bapak kulakan di kota. Suatu ketika, dalam perjalanan pulang dari kulakan, aku dan bapak bertemu dengan pak Temon (bukan nama sebenarnya). Ia adalah sahabat baik ayah waktu muda dulu. Dari obrolan singkat mereka, pak Temon mengajakku untuk membuka lapak di kota, karena ia juga punya lapak di tempat sama.

Karena kenal baik, akhirnya bapak menyetujui ajakan pak Temon. Bapak memberiku modal untuk berjualan di kota. Untuk tempat tinggal, pak Temon menyediakan satu kamar di rumahnya untuk kutempati bersama-sama dengan anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMA.
Tinggal di rumah pak Temon ternyata menyenangkan. Pak Temon, bu Temon maupun anak mereka, sebut saja namanya Lastri, memperlakukanku dengan sangat baik. Mereka sudah menganggapku sebagai anggota keluarga.

Begitu pun dengan daganganku. Dalam waktu singkat aku bisa menanggung banyak keuntungan, karena lokasi lapakku sangat strategis. Mas Jamal sangat senang melihat kemajuan yang kuperoleh. Ia sempat menangis terharu saat aku menjenguknya dan tak henti-hentinya minta maaf padaku atas kesalahannya dulu.

Selama berdagang, aku berkenalan dengan seorang anggota tramtib (Satpol PP) yang kerap bertugas di pasar. Namanya Cahyo (bukan nama sebenarnya). Ia lumayan tampan dan enak diajak ngobrol. Sayang usianya lebih muda dariku. Mungkin sekitar 5 atau 6 tahun lah. Tapi dari caranya memandangku ketika kami bertemu di pasar, aku merasa ia menaruh hati padaku. Diam-diam aku merindukan kehadirannya setiap kali aku berada di pasar. Jika Cahyo tak datang, aku gelisah.

Suatu sore, saat aku sedang berbenah memberesi lapak yang akan kututup, Cahyo datang. Ia yang sudah mengenakan pakaian dinas menawari untuk mengantarku pulang. Tentu saja aku sangat senang dengan ajakannya, walaupun semula aku berpura-pura menolak dengan halus. Dengan berboncengan naik motornya, kami pun meninggalkan pasar. Tak lupa aku berpamitan lebih dulu pada pak Temon dan bu Temon. Hanya saja aku tidak mengatakan kalau aku diantar Cahyo. Aku malu mereka akan berpikiran macam-macam, karena mereka tahu aku sudah bersuami. Kukatakan kalau aku akan pergi dulu sebentar untuk membeli sesuatu.

Lagi-lagi aku tak kuasa menolak ketika dalam perjalanan pulang Cahyo mentraktirku untuk makan. Selesai makan, kami tak langsung pulang, tapi putar-putar dulu di kota. Saat berboncengan itu aku merasa nyaman berdekatan dengan Cahyo. Aku sempat kaget ketika tiba-tiba Cahyo membawa motornya masuk ke sebuah hotel melati. Tapi aku paham. Aku pura-pura kaget dengan mengatakan, “Lho, ngapain kesini, Yo?”. Dengan santai Cahyo menjawab, “Aku ingin ngobrol-ngobrol santai sama kamu, mbak. Kalau di pasar tidak enak dilihat orang”.bus yang baik hati, sebut saja namanya Handoko mau memberiku tumpangan ke kota asalku, karena ia juga berasal dari kota yang sama denganku.


Aku diam saja saat Cahyo masuk ke ruang resepsionis. Begitu juga ketika ia menggamitku masuk ke kamar begitu ia mendapat kunci dari resepsionis. Di kamar, kami ngobrol di atas ranjang. Aku tak kuasa menahan denyutan birahiku, ketika tiba-tiba Cahyo mengulum bibirku. Aku pun balas melumat bibirnya. Tanpa terasa, kami sudah sama-sama telanjang bulat dan merengkuh kenikmatan dengandesah nafas memburu. Seperti halnya Sentot, Cahyo pun mampu membuatku orgasme berkali-kali. Aku benar-benar dibuat puas olehnya.

Sejak saat itu, aku dan Cahyo punya agenda rutin berdua. Kadang di hotel, kadang di tempat wisata di antara rimbun pepohonan. Cahyo telah membuatku tergila-gila padanya. Kapanpun ia ingin, aku tak pernah menampik. Bahkan ketika ia mengajakku untuk melakukan di toilet pasar.

Suatu ketika, Cahyo lama tak mengunjungiku di pasar. Sebelumnya ia sudah mengatakan kalau harus mengikuti pelatihan bela diri di kota lain. Namun, setelah lewat masa pelatihan, Cahyo tak kunjung datang. Rasa rinduku yang sudah memuncak memaksaku nekad mendatangi tempat kos Cahyo begitu palak kututup.

Dengan naik angkot, aku berangkat menuju tempat tinggal Cahyo. Aku sangat kaget waktu hendak menyeberang jalan di dekat kos Cahyo, aku melihatnya membonceng seorang perempuan berseragam sekolah. Perempuan itu tak lain adalah Lastri, anak gadis pak Temon. Aku lebih kaget lagi manakala melihat Cahyo menggandeng Lastri masuk ke kamarnya.

Aku tak tahu ada hubungan apa antara Cahyo dengan Lastri, tapi aku bisa langsung menduga apa yang mereka lakukan dalam kamar. Seketika mataku berkunang-kunang. Dengan perasaan hancur kutinggalkan tempat itu dan kembali ke rumah pak Temon.

Hingga hampir Isya, Lastri belum pulang. Ketika kutanyakan pada bu Temon tentang Lastri, katanya anak semata wayangnya tadi pagi pamit mau ikut les usai pelajaran sekolah. Jawaban yang sama juga kuperoleh dari Lastri sendiri saat kutanya kenapa pulangnya terlambat. Artinya Lastri membohongi orang tuanya. Juga aku.

Keesokan sorenya, ketika Cahyo datang ke lapakku untuk mengajakku makan bersama kutolak mentah-mentah. Ia tampak heran melihat perubahan sikapku. Ia terus memaksaku menjawab keheranannya, tapi aku tak peduli. Rasa cinta yang sempat tumbuh di hatiku telah berubah jadi benci padanya. Aku bahkan mengusirnya agar tak datang lagi ke lapakku. Sejak itu ia benar-benar tak pernah datang lagi.

Aku yang sudah didera rasa kecewa memutuskan untuk menjual lapakku. Aku ingin kembali ke kampung lagi, dan berniat mengembangkan usaha bapak dengan tabungan yang kusimpan dari hasil berjualan. 

Kejadian itu membuatku tersadar. Aku memang pernah dikhianati suamiku, tapi perbuatanku selama ini ternyata jauh lebih buruk darinya. Aku telah berzina dengan banyak laki-laki di saat suami mendekam di penjara. Kubiarkan tubuhku dijamah oleh laki-laki yang tak seharusnya berhak atas diriku. Aku menangis memikirkan itu. Begitu besar dosaku selama ini. Aku makin merasa berdosa saat menjenguk mas Jamal di penjara. Ia tampak kurus. Aku jadi merasa iba padanya.

Akhirnya aku memantapkan diri untuk hanya mengabdi pada mas Jamal. Aku tunggu ia sampai masa hukumannya berakhir.

Ketika saat kebebasan mas Jamal tiba, ia langsung memelukku dan menangis. Ia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih padaku yang telah dengan setia menunggunya. Ia berjanji akan menjadi suami yang baik padaku. Kubalas pelukan mas Jamal kuat-kuat. Aku pun tak kuasa menitikkan air mata. Dalam hati aku berjanji tetap setia padanya, sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosaku selama ia dipenjara.

Aku mengajak mas Jamal untuk pindah ke kota lain dan mulai menempuh kehidupan yang baru. Alasan utamaku hanya satu. Aku tak ingin orang-orang yang dulu pernah menjamahku datang dan membongkar rahasiaku. Aku tak ingin rumah tanggaku hancur. Untungnya Mas Jamal setuju. 

Saat ini Aku dan mas Jamal telah memiliki sebuah ruko (rumah toko) hasil jerih payah kami berdua. Meskipun tak dikaruniai anak, tapi aku dan mas Jamal cukup bahagia dengan kehadiran 2 anak angkat kami. Tamat..

Taruhan Dengan Abg Desa... Menang-kalah Tetep Enak....


Bbrp hari yang lalu,saat PoL menghilang dr peredaran dunia maya,PoL dapet bbrp pengalaman yg cukup utk memuaskan dahaga birahi. Diantara 3 kejadian mupeng tsb,mnrt PoL yg cocok utk diceritakan adalah yang ini. Begini....

Bbrp hari yang lalu,disaat waktu luang aku diminta oleh salah satu tmn bokap utk memberikan sedikit ilmu bahasa inggris dan olah vokal untuk anknya. Bkn les sebenernya krn dlm hal ini aku tidak mau dibayar. Tmn bokap ini memang kenal baik denganku. Akupun sering kermhnya utk sekedar silahturahmi. Rumahnya didaerah pedesaan yg lumayan jauh dr pusat kota. Lumayan jauh memang dr rumahku. Tp tak masalah.



Nah...karena aku terkadang sering berkunjung itulah,aku jadi akrab dengan Pak Min,sebut saja begitu dan anknya yg bernama Nana. PAk Min ini seorang duda,dan tinggal dirumah hanya dgn putrinya itu. Makin lama aku akrab dengan anaknya itu. Masih duduk di bangku SMA kls 2.




Suatu hari,Pak Min datang kermh dan ngobrol denganku,krn saat itu bokap sedang keluar. Dia bercerita ini-itu,hingga akhirnya PAk Min meminta tolong agar aku mau mengajari Bahasa Inggris dan Olah vokal dlm hal menyanyi krn memang anknya itu suka menyanyi. Akupun setuju. Dan Keesokan harinya,akupun berangkat kerumah Pak Min. Sesampai dsna,ternyata PAk Min sedang keluar dan hanya ada anknya seorang. Akupun dipersilahkan masuk. Nana saat itu tengah memakai baju ketat dan memakai hot pants pendek dan ketat. Dia bilang baru sja mandi karena udaranya bikin gerah siang itu. Nana pun cuek krn memang saat aku beberapa kali berkunjung,dia memang slalu memakai pakaian sejenis itu.

Pelajaran Bahasa inggris pun dimulai selama kurang lebih 1 jam. Kamipun terkadang bercanda.
Lalu,saat beristirahat sejenak itu kami kembali ngobrol2.
"Lho,ayahnya emang kemana ? Kok blm plg drtd ya ?",tanyaku.
"Nggak tau,Mas. Biasanya ya sore baru pulang.",jawabnya.
"Apa nggak bosen atw bete dirumah sendirian?"tanyaku lagi.
"Ya bosen bgt,Mas. Makanya kebetulan ada Mas disini,kan jadi ada temennya.",sahutnya.

Disela obrolan itu,posisi duduk Nana sedikit ngangkang. hingga nyeplak jelas banget belahan bukit kecil diantara selangkangannya. Dan posisi duduk itu bertahan cukup lama,tampaknya Nana cuek saja dgn posisi duduknya yg udah PW itu,hingga tak menyadari kalau itu membuat naluri alamiah seorang lelaki bisa bangkit.

Disela ngobrol itu,aku sesekali melihat belahan itu. Belum lagi ditambah baju ketat itu yang memperlihatkan belahan dadanya. Aku jadi bingung.

Karena kami sering bercanda yang memang terkadang sedikit vulgar sebelumnya,maka iseng kusindir2 soal pakaiannya itu.

"Na...pake baju ketat gitu emangnya ga takut ntr ada org yg ngerasa nafsu ?",tanyaku iseng.
"Ahh...kan yang ada dsni Mas kan. PAling2 ya Mas aja yg nafsu.",jawabnya enteng.
"Lha..ya klo soal itu ya,wajar lah. orang kamu pake pakaian gitu,udah gitu duduknya kyk gitu. Tuh keliatan nyeplak tuh di bawah.",candaku.
"Yee...sukanya ngintip.",ujarnya sambil membetulkan posisi duduknya.
"Lha..aku nggak ngintip koq,cuma ngelihat aja. Orang jelas gitu. JAngan2 ga pake daleman nih.",candaku.
"Ahh....sok tau si Mas ini. Kata sp aku ga pake daleman ?",ujarnya.
"Kataku lah. Lha itu td nyeplak banget tuh. Ga pake Cd ya ?",candaku lagi.
"Ahh...pake kok. sok tau Mas ah...",jawabnya sambil tersenyum.
"Ahh...ga percaya...",jawabku.
"Nggak percaya ? Mau bukti ? Tar aku buka,baru ya kebukti.",tantangnya.
"Lho...emang berani buka ? Hayo...buka aja klo brani.",sahutku.
"Apa taruhannya ?",ujarnya.
"Terserah. Atau klo kamu menang,kmu aku traktir makan plus aku beliin pakaian yg kamu mau.",jawabku.
"Oke. Janji ya. Napa jg ga brani. Orang ga ada Ayah aja koq."katanya.
"Tapi perjanjiannya,musti dipelorotin ampe bawah ya."ujarku.
"Yee...maunya. Ya udah. Tapi sekali aja. Ga boleh minta nambah liatnya.",jawabnya.

Aku hanya mengangguk,krn tak sabar. Jujur aku kaget dgn tantangannya,krn dia berani berbuat spt itu. Akhirnya,karena alasan takut dilihat tetangga,Nana mau membuka hot pant nya itu didalam kamarnya.

Setelah berada didalam kamar,Nana dgn malu2 hendak membuka bawahannya. Aku yang sudah tak sabar drtd hanya menunggu diiringi dgn menggeliatnya si Otong.

"Ayo...katanya mau buka. ga brani ya...? Kalah kalo gitu.",kataku.
"Eitt..kalah gimana. Bntr dl. Aku brani aja. cuman malu,Mas. hehehe...",jawabnya.
"Malu kenapa ? Katanya tadi berani. Apa perlu aku yang bukain nih ?"candaku.

Nana hanya terdiam sejenak sambil tersenyum. Lalu perlahan dia mulai memelorotkan hot pant nya itu sedikit kebawah. Mataku hanya bisa menatap tajam kearah bawah perutnya itu. Hingga dia pelorotkan sampe terlihat bulu jembinya sedikit,lalu dia berhenti memelorotkannya.

"Lho...belum sampe bawah lho... sesuai perjanjian kan tadi ?",ujarku.
"Malu,Mas..."jawabnya sambil tersenyum.
"Ah...np jg malu. toh udah setengah,skalian aja. Tuh bulunya aja udh keliatan tuh.",candaku.
Lalu dipelorotkannya lagi sedikit kebawah,hingga sebatas selangkangannya.
"Udah kan...? aku pake kan ?"ujarnya.
"Lho...tapi kan belum sampe bawah. Kan sampe lutut perjanjiannya. Ga brani ?",ujarku.

Nana yang saat itu tengah berdiri disamping kasurnya hanya tersenyum malu. Aku yang berdiri di pintu kamar,hanya bisa menahan konak.

"Iya,deh...Cerewet deh Mas ini. Nih,Aku pelorotin skalian deh. Aku lepas."ujarnya sambil melepas hotpant beserta CD nya hingga bagian bawah itu terlihat dengan jelas. Bulu jembinya memang tak lebat. Khas ABG. Aku mengamati dengan seksama.

Disela2 aku mengamati,tiba2 Nana memulai obrolan yg sungguh tak pernah aku duga.

"Hayo...Klo mas terus2an ngeliat punyaku,pasti berdiri tuh burungnya.",ujarnya.
"Ah...sok tau."jawabku.
"Ahh...pasti iya. Bnr kan...?Taruhan ?",ujarnya.
"Lha...taruhan apa ?",tanyaku.
"Terserah. Klo Mas kalah,Mas kasih aku uang 50rb aja deh.",ujarnya.
"Boleh."pikirku.

Aku memang pasti kalah,karena memang otong sudah mulai menegang. Aku hendak membuka tapi sedikit ragu. Lalu,tiba2,Nana menawarkan diri utk membuka celanaku,karena memang dia menungguku membuka kelamaan. ( sengaja )

"sini aku bukain aja deh. Kelamaan Mas ini. Mau gak ?",katanya.
"Ya buka aja."jawabku.

Pucuk dicinta nikmat pun tiba,pikirku.....
Lalu,Nana mulai menghampiriku masih dengan kondisi telanjang bagian bawahnya. Dia berdiri didepanku tepat,dan kurasakan tangannya mulai melonggarkan sabuk,lalu membuka resleting celanaku. Lalu,kemudian dipelorotkannya celana beserta CD. Namun mata Nana masih tetap menatap mataku. Terasa penisku yang menegang mulai menyentuh bagian perutnya. Nana masih menatap wajahku. Iseng2,kucoba untuk memegang pinggulnya,dia diam saja. Lalu kulanjutkan memegang pantatnya,dia tetap diam sambil terus memandangiku. Segera kudekatkan bibirku ke arah bibirnya,dan kucoba mencium bibirnya. Ternyata dia membalas dengan melumat bibirku. Akhirnya kamipun berciuman. Disela berciuman,kucoba untuk meremas payudaranya yg bkn termasuk kategori toge. Besarnya sih lumayan,namun ga toge.

Kumasukkan tanganku kebalik bajunya. Karena sedikit ketat,dan tangaku tak leluasa menjamah,perlahan kuangkat baju itu dan kubuka kaitan bra nya. Terlepaslah bra itu. Kini tanganku leluasa piknik kearea gunung kembarnya. Sambil berciuman,kuremas2 dan kumainkan putingnya dgn jariku. Dia pun tak mau kalah sepertinya. Perlahan kurasakan tangannya mulai menyentuh batang penisku,dan menggenggamnya lalu dipijit dan dikocoknya perlahan. Lalu,tiba2 dia menghentikan ciumannya.

"Mas kalah kan. Aku menang 2x. sekarang Mas kasih aku 50rb dulu,trus habis itu nanti malem ajak aku keluar buat byr hutang kalah taruhannya."ujarnya.
Sialan....masa' kentang gni.... Tp bkn PoL namanya klo ga bisa diakhiri dgn exe.
"Ya...pasti aku byr koq. Tenang aja. Sekarang berhubung kmu udh bikin tegang "adek" q ini,maka harus dilemesin lagi.tar malah aku kasih 100rb langsung.",ujarku.
"Caranya ?",tanyanya sok polos.

Aku tak menjawab,langsung saja kurebahkan tubuhnya diatas kasur,dan kami pun berciuman kembali. Disaat berciuman itu,kusentuh bibir vaginanya dengan jariku. Basah...

rupanya Nana sudah "on". Kumainkan dan kuelus2 klitorisnya,dan itu membuat Nana menggeliat. Kaos ketatnya yg masih tersingkap keatas membuatku leluasa menghisap putingnya yang berwarna coklat muda itu. Nana mulai mendesah2 kecil akibat kelakuan nakalku.

Jilatanku merambah kebawah,dan mulai kuciumi selangkangannya. Lalu,lidahku mulai bermain2 di bibir vaginanya. Dan kumainkan klitorisnya menggunakan lidahku.
"Ugghh....",desah Nana sambil menggeliat.

Kulihat Nana mendesah dan terus menggeliat tiap klitorisnya kusapu dengan lidahku. Matanya pun terpejam seakan menikmati saat vaginanya dijilat.

Nana sangat menikmati sekali. Kulihat jg vaginanya memang mulai basah kuyub dan berwarna pink. Sepertinya jarang dipake nih,pikirku.

Lalu,setelah jilmek,akupun berbaring dan Nana kuminta BJ. Memang perlu sedikit diajarin proses foreplay kyknya nih... Tak lama kemudian,Nana mulai menghisap kepala penisku. Hangat dan lembut kurasakan bibir Nana menyentuh kulit penisku. Dia mulai menghisap penisku,nikmat sekali walau terkadang masih terkena gigi. Tapi itu tak mengurangi kenikmatan yg kuterima. BJ tak berlangsung lama. Nana menyudahi aktivitas BJ nya.

"Mas...udahan ya ngemutnya... langsung dimasukin aja ya. Soalnya aku ga jago ngemut.",katanya.

Aku hanya mengangguk. Lalu,Nana mulai mengangkang diantara selangkanganku. Dipegangnya penisku dan diarahkan ke vaginanya yang sudah basah itu. Susah memang masuknya,karena memang vagina Nana masih peret dan sempit. Krn dngr dr bbrp obrolan,dia pnh mengaku hanya ML 3x saat berpacaran dulu. Dan kini terbukti bahwa vaginanya memang masih sempit.

Perlahan kepala penisku masuk,lalu dengan sedikit dorongan,masuklah semua batang penisku kedalam vaginanya yg sempit itu. Nana mendesah saat penisku tenggelam ditelan vaginanya. Penisku rasanya benar2 dijepit. Lalu,Nana mulai bergerak naik-turun dengan perlahan.
"Ughh...uhhh...",rintihnya.

Sambil bergoyang,Nana melumat bibirku. Sesekali memang goyangannya terhenti. Dan langsung saja kuangkat sedikit pantatnya,dan kugerakkan penisku naik-turun.

"aggghhhh..ahhhh....",rintihnya disela2 menikmati dorongan penisku.

Bbrp menit kemudian,kuminta berganti posisi. Doggy. Nana bilang blm pernah mencoba Doggy. JAdi kusuruh dia nungging,lalu perlahan kubenamkan penisku kedalam vaginanya. Memang masih terasa sempit. Setelah penisku masuk semuanya,lalu kugerakkan pinggulku maju-mundur.

"Agghh...mpphh...",desah Nana pelan.

Karena memang takut diketahui org lain,maka kami melakukannya secara quickie. Nana tampak menikmati posisi Doggy itu. Berulang kali kudengar desahannya walaupun pelan.

Tak lama,langsung kuminta dia berbaring terlentang. Nana menurut. Lalu,kuarahkan penisku diantara selangkangannya. Lalu,kugesek2 perlahan dn kembali ku masukkan penisku.

"mpphhh..",desahnya pelan.

Akupun menggoyang tubuh seksi Nana itu dengan cepat,tak lama kemudian Nana merangkul erat tubuhku. Kudekatkan wajahku diwajahnya. Lalu kudengar nafas Nana memburu dan akhirnya dia tak kuat menahan desahan orgasmenya.

"Agghh...ahhhh...ahhhh..",rintihnya pelan saat orgasme.

Karena Nana sudah mencapai orgasme duluan,dan krn takut kepergok,maka akupun segera akan mengeluarkan lahar panas ini. Kugerakkan dengan cepat tusukan penisku. Penisku bnr2 terasa dijepit. Nana terus merangkul tubuhku. Lalu kubisikkan.

"Na...pernah nyobain sperma ?"tanyaku disela menggenjot tubuhnya.
"Beluuum..mass..mpphh..",katanya.
"MAu nyoba ? biar pernah gitu... Dikeluarin dimulut aja ya."kataku.

Nana hanya mengangguk. Lalu,kupercepat goyanganku hingga lahar panas serasa mengalir deras hendak menyembur. Segera kucabut penisku dari vagina Nana.

Kusodorkan penisku kearah mulutnya,dan Nana membuka mulutnya. Dikocoknya penisku dengan tangannya. Sambil kuminta menjilat2 bagian kepala penisku. Nana pun menjilati kepala penisku disela2 mengocok batangnya. Lalu,kugantikan peran mengocok tsb karena memang akan segera menyembur lahar panasku. Kuminta Nana membuka mulutnya,dan akhirnya....


Muncratlah spermaku. Sebagian masuk kedalam mulut Nana,dan sebagian ada yang mendarat diwajahnya. Lalu,disaat muncratan itu melemah,kuminta Nana mengulum dan menghisap penisku. Dihisapnya penisku hingga titik sperma penghabisan. Lalu,kutarik penisku,dan Nana tampak masih mengulum spermaku didalam mulutnya.

"Telan aja,Na..gpp koq...",kataku.
Lalu ditelannya spermaku. Dan diapun tersenyum.
"Agak asin ya rasanya,Mas. Baru kali ini aku ngerasain.",jawabnya.
"Enak kan ?",candaku.

Nana hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah itu kami pun segera membersihkan diri dan berpakaian lengkap dan kembali keluar diruang tamu. Disela2 ngobrol,ternyata Nana baru mengaku klo memang dia jarang ML dan memang ingin sekali ML. Dan dia mau melakukan denganku karena ternyata Nana mengagumiku. Entah itu dr hal apa.

Kamipun sepakat hal itu menjadi rahasia kami berdua,dan Nana pun sepakat kalau memang ada waktu dia bersedia ML denganku lagi. Lalu,tak lupa kuberikan dia uang 100rb yang kujanjikan.

Ya...itung2 lumayan lah. keluar duit tp dapet barang bening dan peret gni.

Hari beranjak gelap,dan Ayah Nana pun pulang. setelah Pak Min ini pulang,tak lama kemudian kami berpamitan keluar. Karena memang udh janji mau bayar taruhan,akhirnya akupun mengajak dia makan dan membelikan dia sebuah kaos dan jaket disalah satu distro dikotaku. Krn kebetulan pemilik distro itu tmn akrab SMA dl,jadi aku dapat diskon extra.

paling klo ditotal pengeluaran sekitar 350rb. Ya...lumayan lah... itung2 sebagai DC modal awal,kan selanjutnya bisa gretong....

Seeleesai.... 

Cerita Sex Wanita Berjilbab Di Ngentot Sama Penjudi.

Cerita Sex Wanita Berjilbab Di Ngentot Sama Penjudi. – Berawal dari gue mau ambil uang di atm sebuah bank swasta yang letaknya berada di sebuah mall di kota ku. nah pada saat itu gak terlalu rame lah sekitar jam 10:40 pagi. Maklum itu masih jam-jam mall baru buka jadi lumayan sepi.

Gue yang ngeliat atm lagi sepi gini langsung aja masuk ke dalam atm centre kusus bank tempat gue nabung ada sekitar 3 atm disana. yakni atm tarik tunai dan non tunai. Sekitar 7 menitan gue lakukan proses ambil uang disana. sambil liat-liat sekeliling eh pandangan gue tertuju ke seorang tante dengan anaknya yang masih kecil ya sekitar masih TK or SD lah, sepertinya baru dijemput mama nya pulang sekolah terus di ajak main ke mall.

Agak lama gue amati koq dia sepertinya mengalami kesulitan dalam menggunakan atm non tunai di sebelah gue. kontan langsung gue tanya “kenapa mba’ atm nya?” Dia menoleh ke gue sambil jawab “eh anu mas, ini saya mau bayar rekening listrik lewat atm gimana ya caranya?” Saya pun menyahut lagi “Bentar ya mbak saya bantuin setelah saya ambil duit saya dulu.” Capsa Online

Nah setelah memastikan kartu atm & duit gue dah masuk dengan aman dalam dompet, gue bergeser ke arah atm si tante muda tadi. Gue bilang,” sini mba’ aq bantuin ya? Ada no rek PLN nya kan? sambil gue utak atik tombol di atm yang untuk pembayaran rekening listrik”. Dia sambil keluarin kertas nunjukin ke saya “nih mas no rek listrik nya.”



Singkat cerita gue pun bantuin dia bayar rek listrik nya, dan keluarlah struk bukti pembayaran listrik dari atm tersebut. “Ini mba’ bukti bayar n kartu atm nya. Btw dari jemput anak ya mba’? mau kemana lagi abis ini?” Dia jawab “makasi banyak ya mas udah bantuin saya. ini abis jemput anak sekolah, pengen sekalian ke mall cari-cari baju.”

Asalnya sih gue gak pengen ke mall tersebut, cuma pengen ambil uang di atm. Tapi setelah melihat paras cantik si mba’ itu yang ditutupi jilbab modisnya namun masih memperlihatkan keseksian tubuhnya, gue pun jadi berpikir nakal (“kenapa ga gue pura-pura ikut ke mall n cari baju juga, lumayan bisa kenalan”). Akhirnya gue balas “Ah kebetulan mba’ aku juga lagi mau cari baju kemeja nih. barengan aja yu ke dalamnya lumayan kan ada temennya.” Dia pun ga keberatan dan menjawab “boleh mas, lagian tadi aku udah dibantuin ngurus atm koq.”

Nah akhirnya kamipun beranjak dari lokasi atm, menuju ke konter baju yang cukup terkenal sebagai pusat pakaian di mall tersebut (dan juga di mall-mall di Indonesia, semacam franchise besar gitulah). Nah disana saya pura-pura menuju bagian PAKAIAN DALAM “mba aku ke pakaian cowo dulu ya?” Dia berkata “o boleh mas, silakan. aku mau ke bagian cewe dulu.” sambil dia gandeng anaknya yang manis (sepertinya menurun kecantikan ibunya).

Tapi gue cuma pura-pura ke konter pakaian cowo, n malah mengikuti dari belakang jaga jarak agak jauhan biar ga ketauan. sambil mengamati gaya berjalannya yang anggun dan makin lama makin turun ke arah bokongnya yang memakai rok panjang dan terbuat dari kain katun berwarna cokelat muda, yang memperlihatkan garis pinggiran celana dalamnya. Membuat aq malah jadi horny n makin pengen kenal lebih dekat n siapa tau minimal bisa nyenggol bongkahan pantatnya yang sexy itu apalagi kalau berjalan,,, ouuhhh bohaaayyy banget kawaanndd!!!


Nah setelah sembunyi-sembunyi mengamati gerakan mba’ cantik itu,, dia sedang melihat lihat pakaian wanita dan beberapa jilbab modis yang menurutku pasti cocok dikenakan wanita dewasa macam dia. Aku pun makin detail melihat wajahnya, lalu ke bagian dadanya dan turun ke bokong n kakinya yang walaupun tertutup pakaiannya namun masih bisa kubayangkan bentuknya.

Nah setelah puas melihat-lihat pakaian wanita, dia pun sekarang menuju konter pakaian dalam. Ahaaaayy jebreett!! ini dia yang paling aku suka. Sambil melihat-lihat, dia pun juga memperagakan untuk ngepas-ngepas in bra n cd yang dilihatnya di depan bajunya. Ouhhh celanaku makin sempit aja, si abah makin berontak aja (kenapa si abah?? iyalah kan dia bakal jadi sumber dari benih anak-anak gue nanti) hahaha.

Anaknya pun yang mulai bosan menemani ibunya mulai jalan-jalan berkeliling melihat-lihat pakaian dewasa di sekitarnya, lalu melihat-lihat sandal dan tas wanita, mungkin biar ga bosen karena menemani sang mama.

Aku pun memutar melewati bebrapa pakaian wanita dan menuju ke konter pakaian dalam, pura-pura bergerak dari arah belakang dan berkata “Hai mba’ lagi liat-liat apa?” Dia yang terkaget berkata “Masya Allah kirain siapa? eh kamu koq udah ada disini? ini kan bagian terlarang buat cowo?” Aku pun berkata “Terlarang ya mba’ hehehe maap aq tadi sambil lewat eh ga sengaja liat mba’ ada disini. 

Aku gak sadar ternyata di konter ini (xoxoxo keliatan banget bohongnya padahal dari tadi puas aku ngeliatin dia).” Silakan mba’ kalo mo liat liat, aku ga nemu baju yang aku suka nih.” lanjutku.Dia yang masih mengamatiku sambil ga sadar masih memegang bra ber renda warna hitam yang sepasang dekat celana dalamnya pun berkata ” Kamu ga malu ada disini? udah biasa ya sama cewe nya?

“Ah biasa aja lah mba’ beginian doank mah ga akan buat aku mikir macem-macem, hahaha mbak kalo mau liat-liat aku temenin aja, aku ka anggap mba’ kaya kakakku aja gak ada pikiran macem-macem koq.” sahutku (padahal pikiran udah mesum daritadi). Dan dia pun ga berkata apa-apa lagi sambil cuek aja liat-liat pakaian dalam di sekitar dia n mulai ambil kantong pakaian buat membawa pakaian-pakaian dalam pilihannya.

gue pun mulai berkenalan lebih lanjut dan bertanya-tanya. dari situpun gue jadi tahu kalau nama dia adalah Annie dan ternyata suami nya sedang berdinas di luar kota. Lalu dari pembicaraan ngalor ngidul dia pun bercerita bahwa dia lumayan kesepian juga gak ada teman belanja n ngobrol selama suami ga ada. Makanya dia berkata, dengan aku ikut nemanin dia belanja jadi berasa jalan sama suami dia.

Dan dia pun bergegas menuju ruang ganti untuk mencoba pakaian yang dibawanya. gue pun menawarkan untuk membantu membawakan kantong pakaiannya. Gue ikuti dia dari belakang menuju ruang ganti. Pintu ruang ganti pun ditutup dan aku hanya bisa berdiri dari luarnya saja sambil melihat ke celah pintu di bawahnya yang memperlihatkan gerakan-gerakan bayangan kakinya.

Dia dari dalampun berkata ” Arie, jangan ngintip. awas lho. O iya tolong donk cariin anakku takut hilang. sampe lupa aku bawa anak tadi.” Gue lalu mencari anaknya secepatnya supaya ga kehilangan momen indah itu. Setelah kutemukan anaknya yang manis itu dan kuberitahu supaya jangan jauh-jauh ya dari ruang ganti mamah lagi di dalam ntar mama sedih lho kataku ke anaknya itu.

Dan aku laporin ke mba Annie, “mba udah nih aku udah nemu dia skrg lagi maen deketan sini koq.” Dari balik pintu dia ngejawab “O iya makasi ya maap repotin kamu. o iya aku mau minta tolong Rie, tolong ambilin bra yang warna item tempat kita ketemu tadi, ukurannya yang 36C ya tadi aku salah ambil gara-gara kamu ajak ngobrol sih. aku ga bisa keluar dulu nih.”

Akupun berlari menuju tempat gantungan bra tadi dan ambilkan sesuai pesanannya dan bergegas menuju ruang ganti. “Ini mba’ aku udah ambilin.” Dia menyahut dari dalam, buka aja pintunya dikiiiit aja, awas lho kalo ngintip aku lapor suamiku ntar.” Akupun membuka pintunya sedikit sambil tangan nya dia menjulur keluar, aku berada di balik pintu menutupi diri biar dikira sopan. setelah bra sudah di tangan dia aku berkata “Udah ya mba aku tutup lagi pintunya.” Namun gue pura pura menutup dengan rapat dan mulai berpindah ke sisi samping ruang ganti dan memberi celah sedikit sebesar kelingkin supaya bisa mengintip ke dalam.

Akhirnya ! dengan celah yang gue atur sekecil mungkin namun masih memberikan pandangan ku kedalam. Gue pun leluasa melihat tubuhnya yang cuma dibalut celana dalam hitam renda-renda yang seksi dengan tubuh atas belum tertutup bra karena dia masih membuka kaitan bra yang aku berikan tadi. terpampangnya dari kaca cermin saat dia menunduk membuka buka kaitan bra nya, toked sexy n mulusnya ga tertutup sehelai benangpun.

Ah,, pengen rasanya aku tubruk tubuhnya dan ngentotin si tante cantik ini dari belakang. tapi ini tempat umum, bisa mati konyol gue kalo dia berteriak. akhirnya kupendam hasratku sambil terus mengamati saat dia mulai melingkarkan bra hitam tersebut dari perut dan naik menutupi toked indahnya yang benar-benar mulus dan puting cokelat nya yang sudah menonjol. Dan dia pun mulai mengagumi dirinya sendiri di depan cermin dengan bra dan cd warna hitam dan jilbab warna merahnya. Setelah merasa puas dengan pakaian dalam pilihannya dia mulai mempreteli satu persatu pakaian dalam itu dan yaaaa! telanjang bulat lah dia di depanku sambil membelakangiku.

Gue pun akhirnya bisa melihatnya polos di depanku, bokong nya yang bergurat-gurat dan kencang dengan bulu memeknya yang sedikit terlihat di selangkangan dan bulatan toked indahnya dari cermin pun terlihat sudah. Sambil aku pegangin kontolku yang mulai mengeras. dia pun sedikit menunduk untuk mengambil roknya yang tergeletak di lantai, posisi itupun membuatku menjadi melihat dengan jelas lipatan memeknya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut yang tipis.

Oooh nikmatnya pemandangan itu. Digantinya pun pakaian tadi dengan pakaian yang dia pakai dari rumah dan saat roknya mulai terpasang dan dia mengambil ikat pinggang dari gantungan baju di dinding kayu ruang ganti, akupun langsung menutup pelan-pelan pintunya bersamaan dengan bunyi-bunyi dinding kayu beradu dengan besi ikat pinggangnya. klik aku pun menutup pintunya ditutupi dengan suara-suara di dinding kayu itu.

Puas melihatnya berganti baju, akupun pura-pura mencari anaknya dan ngajak ngobrol basa basi dengan anaknya, dan berkata eh itu mama udah selesai beli baju nya, yuk kita datengin. anaknya lalu berlari memanggil mama nya ” Mamaaa lama banget sih beli bajunya. aku laper nih makan yuk!”
Mba’ Annie pun membayar baju dan menggandeng anaknya dan berjalan ke arahku, “Anakku laper nih pengen makan, kamu udah makan belum? mau bareng?” Sontak tanpa banyak cingcong aku langsung mengiyakan saja. Dan kamipun telah berada di sebuah franchise makanan cepat saji. Kamipun memesan makanan kesukaan masing-masing dan memilih tempat duduk.

Dia pun sambil membantu anaknya makan yang akhirnya aku tahu nama putri cantiknya itu adalah alindita panggilannya alin. Setelah kenyang dengan makanannya, alin pun berkata pada mamanya yang cantik itu ” Ma aku boleh maen kesana ga (sambil menunjuk mainan perosotan yang memang disediakan rumah makan buat anak-anak seumuran alin biar para ortunya bisa makan dengan nyaman)?”.

Mulailah aku berduaan dengan mba’ Annie saja di kursi tsb. Kamipun chit-chat kesana kemari, kadang aku serempetin arah pembicaraan menuju kehampaan dia selama ditinggal suami. (Suami dia sudah pergi sejak dua minggu ini ke sebuah wilayah di kalimantan karena sedang ada proyek dari kantor), dia merasa kesepian ditinggal suami, dan bisanya cuma maen bareng anaknya aja dan paling bosen di rumah gak melakukan apa-apa. Mau main bareng ibu-ibu seumurannya dia bilang males, mau pergi-pergi ga ada yang nemenin.

Akhirnya kuberanikan mengajukan diri “mba’ kalo mau main n ga ada temennya tinggal message or telp aku aja, ntar kalo aku lagi sepi waktu aku mau koq nemenin mba’ belanja or main.” Dia sambil mengigit ayam pesanannya melihat ke arah aku dan tersenyum berkata “masa sih kamu mau maen sama tante-tante kayak aku? pacar kamu kemana?” Aku jawab balik ” tante-tante nya masi cantik n seksi gimana aku ga kepengen? ya kita atur waktu aja, pas pacar aku di kampus, kita bisa maen bareng. tau sama tau aja deh, asal ga ada yang buka rahasia. hahaha.”

Dia sambil menyelesaikan kunyahannya tersenyum lagi di balik jilbab modisnya itu ” Oke deh, kalo gitu. ah kamu ini bisa aja masa aku yang udah tante gini dibilang seksi, sok tau kamu ih.” Gak sengaja aku menyahut, ” Iya apalagi tadi pas di ruang ganti, cewe kuliahan aja kalah mulusnya.” Dia langsung terbelalak dan ganti menatapku tajam “Ihh, kamu tadi ngintip ya! gila kamu rie, berani banget. aku laporin suami aku awas kamu ih. bini orang di intip!!” Aku buru-buru memotong pembicaraan ” Abies Annie cantik banget n seksi biarpun udah berputri.

Aku jadi penasaran, lagian suami kamu kan lagi jauh jangan bilang ke dia donk kasian ntar pikiran dia keganggu n proyeknya gagal. mending kita simpan aja rahasia ini ya. Sumpah aku gak tahan mba’ andaikan aku dikasi waktu sehariiii aja buat pacaran sama mba’ Annie gak akan aku lewatkan gitu aja. bakal kusayang-sayang deh kumanjain n kumesrain. plisss jangan bilang siapa-siapa ya, lagian mba’ juga udah berapa lama pisah sama suami??” sambil aku refleks menggenggam tangannya. Dia pun gak berkata-kata cuma diam penuh arti dan menunduk.

Setelah terdiam beberapa saat, dia berkata “Ihhh kamu,, aku kan juga wanita biasa, kadang aku kangeen sama suami. kadang juga kangen sama perhatian dia n kemesraan dia. Udah dua minggu aku nahan, yah walaupun udah sering ditinggal kalo dia ada proyek tapi aku kan wanita yang perasaannya selalu butuh kasih sayang n perhatian, tapi aku gak mau begini jadinya. apalagi sama orang yang baru aku kenal” , “Tenang mba’ aku akan jaga rahasia koq, aku udah terlanjur suka sama mbak.

Aku mau jadi tempat pelampiasan mba’ tempat curhat mba’ n aku juga mau bisa berbagi perhatian sama mba’”. Ucapku sambil berpindah duduk disampingnya. Dan akupun merangkul pundaknya sambil aku kecup kepalanya dari luar jilbabnya. “Maaf ya mbak, tapi aku jadi kasian sama mba’ n jadi timbul rasa sayang sama mba’”. sambil tanganku turun ke punggung nya dan berada di pinggang n sedikit kuelus-elus pinggang n pantat nya. Dia lantas menyeruput minuman ringan di hadapannya sambil menengok ke arah ku dan menatapku dengan manja dan sedikit berkaca-kaca. “Arie, mba udah bersuami, mba ngerasa salah kalo harus bohongi suami, mba takut kalo pernikahan mba kenapa-kenapa.”

Aku balas menatapnya sambil mengelus-elus belakang kepalanya dan berkata “Tenang mba’ aku janji ga akan cerita ke siapa-siapa. aku cuma kasian liat mba’ yang merasa kesepian n butuh perhatian dan butuh lindungan cowo selama ditinggal jauh.” aku pun mengelus-elus pipinya dan bibirnya lalu aku elus lehernya pelan pelan. sambil aku kecup pipinya. Dan dengan melihat sekeliling yang memang sedang sepi dan posisi duduk kami di pojok dan tertutup arena bermain anak-anak, akupun berani mengecup bibir tipis nya, pelan aku kecup sambil aku elus lehernya, telinganya yang tertutup jilbab aku elus elus (aku tahu cewe kalo di elus leher dan telinganya apalagi sambil dicipok bibirnya pasti langsung tumbuh birahinya).

Benar juga dia pun mulai membalas kecupanku pelan, dan aku mulai mengelus telinganya, lalu turun ke pangkal dadanya jariku pun mulai menyelinap di balik jilbab nya dan menjelajal ke belahan dadanya ku elus-elus, tangan kirinya pun aku pegang dan ku arahkan menuju kontolku yang mengeras. sambil aku hembuskan nafas hangatku dan terus menikmati cipokanku. tangan kirinya pun mulai berani memegang kontolku dan meremasnya. sambil posisi duduknya semakin ga menentu.
Takut ketahuan orang, akupun berkata ” Mbak kita lanjut ke tempat sepi yuk, ke rumah kontrakanku atau di rumah mbak aja, takut ketauan orang.” Dan dia pun mengangguk sambil memanggil anaknya untuk pulang.

Dia pun mengikuti Gue yang menuju parkiran mencari mobilku yang sejak tadi kuparkir, kami bertigapun masuk mobil dan mulai keluar wilayah mall. Gue menatap wajahnya yang duduk di kursi penumpang sedangkan si Alin sedang sibuk sama dunianya sendiri di baris kursi di belakang kami. Gue berbisik ke Annie “mba’ kita ke rumah mba’ atau ke rumah aku?” Dia jawab ” ke rumah aku aja Rie, soalnya si Alin ntar dikemanain kalo di rumah kamu?” Dan akupun mengarahkan mobilku menuju alamat rumah yang dia sebutkan. dan mobilkupun aku parkir di carport rumahnya.

Mba’ Annie dan Alin berada di depanku dan membuka pintu rumahnya. Lalu dia mengantar Alin menuju kamar utama dan memberikan Alin buku bacaan dan di setelkan tv di kamar tidur mba’ Annie dan suaminya itu. Gue pun berdiri di depan kamar itu sambil menunggu mba’ Annie keluar kamar dan menutup pintu kamarnya.

Gue yang sedari tadi udah terliputi oleh nafsu seks yang terpendam sejak menatap wajahnya dan mengamati gerak geriknya hingga melihat tubuh bugilnya di ruang ganti pun gak ada kata sabar lagi. akupun langsung memojokkan mba’ Annie ke tembok dinding rumahnya dan aku cipok lembut bibir tipisnya dan gue peluk pinggangnya sambil gue elus pantat seksinya dari luar rok nya. lalu tanpa di komando dia pun juga mulai membalas cipokanku dan tangannya mencari-cari kontol kerasku yang sudah tegang memendam hasrat ngentot daritadi.

Gue lalu berinisiatif mengangkat baju kemeja hitamnya dan mulai membuka kancing-kancing bajunya itu sampai nampak lah bra warna ungu yang juga ber renda mirip dengan bra pilihannya di mall tadi. bongkahan toked putihnya pun menyembul di balik bra ungu itu. tangannya pun gak kalah terampilnya dengan membuka kancing celana jeans ku dan menarik resletingnya turun. Dan aku pun membantunya membuka celana jeans ku dan celana dalamku hingga nampaklah kontol perkasa ku yang tebal dan berurat. ukuran panjang kontolku pun masih di atas rata-rata pria indonesia walaupun ga panjang-panjang amat.

Dia lalu menatap kontolku dan berbisik “Sayang, kontol kamu perkasa banget ih, tegak gitu, keras lagi.” Gue pun langsung memotong pembicaraannya sambil cipokin bibirnya lagi dan tangan gue meremas-remas toked indahnya sambil aku lolosin kemeja hitamnya sampai terbuka lah bajunya menyisakan bra ungunya saja dan rok cokelat panjangnya. Mba’ Annie pun mulai mengocok ngocok kontolku sambil menikmati cipokan ku yang makin hot. “shhhh aaahhhh sshhaaayang” begitu desahannya membuatku makin bernafsu.

tanganku pun berpindah ke belakang celananya dan meremas-remas pantat bohay nya dan mengelus-elusnya lagi. sambil aku singkap rok nya ke atas dan aku angkat mbak Annie ke pelukanku sambil kaki nya aku arahkan menyilang dan merangkul pinggangku. Sambil bibir kami saling bertautan dan berpagut. kugendong dia menuju sofa ruang tamu nya dan aku pun terduduk sambil posisi dia duduk di depanku dan di atas pangkuanku. Dan akupun mulai membuka kaitan bra ungu nya secepat kilat. Daaaann bugil lah tubuh atasnya di depanku. Dengan bra ukuran 36C yang terpampang di depanku.

Tidak kusia-siakan kesempatan itu, langsung kukecup bulatan tokednya dan kujilat pelan putingnya. Dia sedikit menahan teriakannya memekik kecil “Aww sayang, pelan-pelan ya jilat nya.” akupun merengkuh bulatan tokednya dengan dua tanganku, kuremas toked nya sambil kukecup dan kuhisap kecil puting susu coklatnya. lalu tanganku bergantian meremas toked dan pantat nya. sambil dia menggesek-gesekan pantatnya dan memeknya yang tertutup cd warna ungu di atas kontol tegangku.
Sambil menghisap putingnya dan menikmati gesekan memek yang ditutup cd ungu tipisnya, tangan kiri ku pun mulai mengelus ce dan memeknya dari depan. Setelah beberapa saat puas cipokan dan menghisap putingnya aku pun berbisik ” mba’ ku Sayang, isepin kontolku donk.” Dan dia beranjak dari pangkuanku dan melebarkan kakiku sambil jongkok di depan sofa dan meraih kontolku.

sambil berjongkok diapun mulai mendekatkan kepala ke arah kepala kontolku. Dibuka nya mulut dan bibirnya lalu pelan-pelan dia mengulum kontol ku dan menjilatinya dengan perlahan. Sambil kuremas-remas tokednya dengan tanganku. Nah, semenjak jari-jariku memilin puting susunya, gerakan mengulum dan ngemutin kontol pun berubah menjadi makin liar dan kepalanya naik turun semakin cepat, membuat batang kontolku pun semakin geli. Slop slop sluurp,, begitu bunyi mulutnya sedang mengulum kontolku yang tegang.

Puas dikocokin dan dihisap kontolku oleh bibir dan mulutnya yang hot itu, aku pun beri isyarat dia untuk berdiri. dan kubukua sabuk di rok nya lalu kubuka resleting di belakang rok nya dan kubiarkan rok nya turun dan jatuh ke lantai dengan sendirinya. Aku pun berdiri dan memindahkan posisi mba’ Annie berada di depanku menghadap sofa dan membelakangi ku. Dia pun menaiki sofa dengan membelakangiku dengan satu kaki nya turun di lantai dan lutut yang satunya lagi menumpu di sofa.

gue pun memeluk dari belakang dan mengelus cd nya dari belakang. kubelai memeknya ku elus memeknya dari luar cd dan belahan pantatnya kumainin dengan telapak tanganku. Dia pun mulai meracau dan mendesah “Sssshhh hmmmm Arie sayang,, terus sayang mbak udah gak tahan.” sambil wajahnya pun memerah, matanya memejam dan bibirnya digigit kecil. Gue sambil memainkan selangkangannya gak lupa kukecup dan kujilatin leher nya dan kucupang lehernya terus kujilati telinganya dari belakang dan lubang telinganya kujilati sambil tubuhku menekan dari belakang.

Tanpa disadarinya aku pun meloloskan celana dalamnya, dan melepaskan cd ungu nya hingga jatuh ke lantai. jilatan dan kecupanku pun mulai turun ke punggung, turun ke pinggang belakang, hingga tulang ekor nya dan kujilati anusnya sambil tanganku meremas toked nya dari belakang. Dia pun makin meracau dan mendesah kencang, dijambaknya rambutku dan ditarik kepalaku menempel ke selangkangannya.

Tanpa menunggu lagi gue jilati memeknya, bibir memek hingga klitoris nya kujilati. rasa asin dan bau khas memeknya semakin membuat nafasku makin memburu dan bernafsu. Sluuuuurppp flop flop kujilat dan kusedot bibir memeknya. “Nikmat rasanya mba, memek mba enak. aku suka mba’ aku ketagihan mba’” / “Ssshhh mmmmpppfffhh Arie, mba juga nikmat sayang, terus sayang buat mba nyampe’ aaahhh sayang mba’ ga kuat sayang jilat terus yaahh hhhhggmmshh.”

8 menitan aku jilatin, kusedot memeknya dan kutusuk-tusuk lobangnya pake dua jariku membuat mba’ Annie sepertinya mau jebol pertahanannya. Dan banjirlah lobang memeknya dengan cairan pelumas memek yang asiin asin enak itu. kujilati habis cairan memek nya dan tidak kuberi kesempatan dia untuk bergerak, kuberdiri dan langsung kutembus lobang memeknya dengan kontol gede ku dari belakang.

Jleeeebbbbbb oouuughhh enak banget memang sensasi kontol memasuki lobang memek yang becek sedari tadi kurangsang dan kujilat. “Akkhhh Arie sayang, pelan-pelan donk, mba kaget nih.” Aku pun memeluk dari belakang dan kucupang lehernya dari belakang lalu kutolehkan wajahnya ke arahku dan kusambar bibirnya kamipun ngentot doggy style dengan bibir saling berpagut dan lidah saling melilit. tak lupa kamipun bertukar ludah dan cipokan hot lagi.

Kocokan dan hujaman kontolku semakin kupercepat dan arah penetrasi kontolku pun ku arah kan ke atas mendesak rahim dalamnya dan menekan lobang pantatnya. jariku pun lalu memainkan lobang pantatnya, jempolku ku elus elus di lobang anusnya sambil memeknya kugenjot dari belakang. “Maaas,,, enak maaass aku kangen dikentotin aku kangen bercinta sama kamu,, aku nikmat sayaaang.” mungkin dia lupa lagi ngentot sama aku dan membayangkan suaminya. Jleppp jleb slop slop plok plok srrrrrppp,, kontolku pun maju mundur menusuk rahimnya dari belakang.

10 menitan kami beradu kelamin dan mengucurkan keringat dengan deras. kubalikkan tubuh sexy mba Annie ku yang cantik itu. dan kulepas kontol ku lalu kugendong dia berhadapan, kupagut lagi bibirnya dan kucipok bibir sexynya itu sambil kuangkat kaki nya agar naik ke pelukanku dan kaki nya melingkar ke pinggangku. kontolku pun ku arahkan ke memek beceknya dengan posisi menggendongnya berhadapan. Bleeesshhh masuk lagi deh kontol ku ke memeknya yang mencengkram kontolku dengan kencang.

Kugoncang pantatnya naik turun (tanganku membantu mengangkat dan menurunkan gerakan pantatnya sambil mengatur kecepatan genjotan nya di gendonganku). slep slep slop bless,, kontolku pun menghujam lobang memeknya dan kunikmati posisi ngentot ini sambil berpelukan dan cipokan. kulit bibir memek nya yang basahpun terikut keluar masuk mencengkram lingkar kontolku yang memang besar itu. kontolku pun kugoyang-goyang dari pelan, medium hingga full speed.

dia pun kelojotan di posisi ini, badannya bergetar, mengejang dan menghujam dalam kontolku, dia berhenti bergoyang sambil mengerang ” Sayang! kontolmu nikmat banget, aku keluaaaar sayang, aku ga tahaaannn sshhh aaaaaaahh!!” dicipoknya lagi bibirku sambil ditekan kepalaku erat-erat dan cipokannya berganti mengigit kecil bibirku. sepertinya dia KO tuh.

5 menit kugendong dia dan ngentot dengan posisi dia kugendong dari depan, akhirnya tanganku pun merasa pegal. dan kugendong dia menuju meja tamu yang terbuat dari kayu jati kududukkan dia di meja tamu dan kubuka selangkangannya lebar lebar. lalu kubenamkan kepalaku di memeknya, kujilati lagi pelumas memeknya yang sudah membanjir

” mmmmffff Annie ku sayang, aku hobby, aku ketagihan aku cinta sama memek kamu sayang,, aku cinta kamu sayang,, aku gak rela kamu dikentotin orang lain, aku mau mau cuma ngentot sama akuu aahhsshhh mmmmmhh.” aku pun berceloteh sambil terus menjilati, menyedot dan sedikit kukulum bibir memeknya dan lidahku menyeruak masuk ke lobang persalinannya. dia yang udah penuh nafsupun membalas ” iya sayangg terus sayang,, aku suka ngentot sama kamu, aku ketagihan kontol kamu sayang, aku liar sayang, kentotin aku terus sayang, sesuka kamu, kapanpun kamu mau cintaku.”

Puas aku oralin memeknya dari depan di atas meja tamu, aku pun bangkit berdiri lagi dan langsung mengarahkan batang kontolku yang perkasa menuju lobang memeknya, kugesek-gesekin memeknya dengan kontolku. dan slaappp masuklah rudalku kembali menikmati sarangnya. kucipok lagi bibir nya yang tipis dan seksi itu. sambil kuremas tokednya dan kupilin puting susunya. pelan ku maju mundurkan kontolku menyeruak dalam memeknya. dan kucipok bibirnya, kucupang lehernya, kujilati bongkahan tokednya, trus kuhisap puting-puting susunya. sambil terus slop slop ugh ugh memeknya sedang menikmati kontol tegangku.

Dijambaknya rambutku dan ditariknya tubuhku merapat ke tubuhnya, peluh kamipun bercucuran. tubuhnya nya pun bergetar menandakan dia mulai mencapai orgasme ketiganya. tak terasa hampir setengah jam kami ngentot dan bertukar lendir. “Sayaaangg aku keluaarr yaaa.” aku pun ga tahan dan kugenjot cepat cepat kontolku kucipok bibir nya dan gantian kutekan kepala dia mendekat kepalaku, cipokanku pun makin hot dan badanku mengejang.

kusodok dalam dalam memeknya, kusemprotkan benih benih pejuhku ke dalam rahim nya kusemprotkan sampai tetes terakhir spermaku dan kamipun berpelukan dalam posisi aku menindih di atasnya dan satu tanganku menahan tubuhku di atas meja. “Sayanggggku cantik, aku keluarhhhh nikmat nya cantik ku, memek kamu bener-bener bikin aku mabuk bercinta sayang,,, mmmmfffhhh.” kucipok lagi bibirnya dan kami pun terdiam agak lama membiarkan spermaku mengalir keluar dengan sendirinya di celah antara jepitan memeknya dan batang kontolku.


RELATED POSTS